Indonesia Terpopuler


Kronologi Kasus Prita Mulyasari berdasarkan isi Emailnya

Posted in POLITIK DAN HUKUM oleh holistikasaya pada Desember 9, 2009
Tags: , ,

Dukungan Koin untuk Prita terus bertambah dari berbagai daerah. Pembaca, ini sekadar mengingatkan kronologi kasus Prita Mulyasari, berdasarkan surat elektronik (email) yang dikirimnya pada teman, tentang keluhannya sebagai pasien RS Omni:

7 Agustus 2008, pukul 20:30
Prita datang ke RS Omni Internasional. Keluhannya panas  dan pusing kepala. Hasil pemeriksaan laboratorium: Thrombosit 27.000 (normal 200.000) dengan suhu badan 39 derajat. Malam itu juga ia rawat inap, diinfus dan diberi suntikan dengan diagnosa positif demam berdarah.

8 Agustus 2008
Ada revisi hasil lab: thrombosit bukan 27.000 tapi 181.000. Ia mulai mendapat banyak suntikan obat, dengan tangan kiri tetap diinfus.  Karena tangan kiri mulai membangkak, Prita minta  infus dan suntikan dihentikan. Suhu badan naik lagi ke 39 derajat.

9 Agustus 2008
Kembali mendapatkan suntikan obat. Dokter menjelaskan dia terkena virus udara. Infus dipindahkan ke tangan kanan dan suntikan obat tetap dilakukan. Malamnya Prita terserang sesak nafas selama 15 menit dan diberi oksigen. Karena tangan kanan juga bengkak, dia memaksa agar infus diberhentikan dan menolak disuntik lagi.

10 Agustus 2008

Terjadi dialog antara keluarga Prita dengan dokter. Dokter menyalahkan bagian lab terkait revisi thrombosit. Prita mengalami pembengkakan pada leher kiri dan mata kiri.

11 Agustus 2008
Terjadi pembengkakan pada leher kanan, panas kembali 39 derajat. Prita memutuskan untuk keluar dari rumah sakit dan mendapatkan data-data medis yang menurutnya tidak sesuai fakta. Prita meminta hasil lab yang berisi thrombosit 27.000, tapi yang didapat hanya informasi thrombosit 181.000. Pasalnya, dengan adanya hasil lab thrombosit 27.000 itulah dia akhirnya dirawat inap. Pihak OMNI berdalih hal tersebut tidak diperkenankan karena hasilnya memang tidak valid.

Di rumah sakit yang baru, Prita dimasukkan ke dalam ruang isolasi karena dia terserang virus yang menular.

15 Agustus 2008
Prita mengirimkan email yang berisi keluhan atas pelayanan diberikan pihak rumah sakit ke customer_care@banksinarmas.com dan ke kerabatnya yang lain dengan judul “Penipuan RS Omni Internasional Alam Sutra”. Emailnya menyebar ke beberapa milis dan forum online.

30 Agustus 2008
Prita mengirimkan isi emailnya ke Surat Pembaca Detik.com.

5 September 2008
RS Omni mengajukan gugatan pidana ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus.

22 September 2008
Pihak RS Omni International mengirimkan email klarifikasi ke seluruh costumernya.

8 September 2008
Kuasa Hukum RS Omni Internasional menayangkan iklan berisi bantahan atas isi email Prita yang dimuat di harian Kompas dan Media Indonesia.

24 September 2008
Gugatan perdata masuk.

11 Mei 2009
Pengadilan Negeri Tangerang memenangkan Gugatan Perdata RS Omni. Prita terbukti melakukan perbuatan hukum yang merugikan RS Omni. Prita divonis membayar kerugian materil sebesar 161 juta sebagai pengganti uang klarifikasi di koran nasional dan 100 juta untuk kerugian imateril. Prita langsung mengajukan banding.

13 Mei 2009
Mulai ditahan di Lapas Wanita Tangerang terkait kasus pidana yang juga dilaporkan oleh Omni.

2 Juni 2009
Penahanan Prita diperpanjang hingga 23 Juni 2009. Informasi itu diterima keluarga Prita dari Kepala Lapas Wanita Tangerang.

3 Juni 2009
Megawati dan JK mengunjungi Prita di Lapas. Komisi III DPR RI meminta MA membatalkan tuntutan hukum atas Prita. Prita dibebaskan dan bisa berkumpul kembali dengan keluarganya. Statusnya diubah menjadi tahanan kota.

4 Juni 2009
Sidang pertama kasus pidana yang menimpa Prita mulai disidangkan di PN Tangerang.


Sumber:

http://umum.kompasiana.com/2009/06/03/kronologi-kasus-prita-mulyasari/

Satu Tanggapan to 'Kronologi Kasus Prita Mulyasari berdasarkan isi Emailnya'

Subscribe to comments with RSS atau TrackBack to 'Kronologi Kasus Prita Mulyasari berdasarkan isi Emailnya'.

  1. didi said,

    Penyakit yang diderita Prita adalah Parotitis (infeksi kelenjar Parotis). Gejala awalnya sama dengan infeksi virus yang lain, hanya panas. Tidak ada seorang dokterpun yang dapat menegakkan diagnosis Parotitis kalau kelenjar Parotisnya belum membengkak, yang akan terjadi beberapa hari kemudian.
    Kesalahan laboratorium dalam menghitung jumlah Thrombosit tidak jarang terjadi karena kadang2 beberapa sel thrombosit yang menggumpal dihitung sebagai hanya satu sel oleh mesin . Oleh karena itulah pemeriksaan itu diulang dan ternyata memang ada kesalahan pada pemeriksaan pertama.
    Untuk apa Prita minta hasil pemeriksaan yang salah? Patut diduga ia akan menggunakannya untuk menjelek-jelekan RS. Benar saja tanpa memperoleh hasil yang salah itupun kemudian ia menjelek-jelekan RS seperti yang telah diniatkannya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: