Indonesia Terpopuler


Kejagung Bredel 5 Buku Dinilai Menutupi Aib Sejarah

Posted in POLITIK DAN HUKUM oleh holistikasaya pada Desember 25, 2009
Tags: ,

Pembredelan buku oleh Kejaksaan Agung dikecam banyak pihak. Tapi anehnya, anggota Anggota Komisi I, Azwar Abu Bakar, kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat 25 Desember 2005 membela Kejaksaan Agung.

“Pertama, Kejaksaan Agung memang diberi hak dan wewenang untuk melarang buku tertentu. Jadi sudah sesuai dengan aturan. Kedua, pelarangan itu dimaksudkan untuk melindungi rakyat dari informasi dan ajaran yang menyesatkan,” kata Azwar Abu Bakar.

Azwar menolak jika pelarangan buku disebut bentuk dari rezim otoriter seperti Orde Baru. Menurut Azwar, ekspresi berpendapat dan menyampaikan informasi dibatasi dengan ketentuan dan aturan. “Apa iya buku-buku porno boleh ditebitkan. Kan tidak juga. Masyarakat kita harus dilindungi. Ini bukan dari otoriter, tapi perlindungan bagi masyarakat dari buku-buku yang menyesatkan,” kata Azwar.

Sebagaimana diketahui, dalam laporan tahunannya (Rabu, 23/12), mantan Jaksa Agung Muda Intelijen Iskamto, menyatakan ada lima buku yang dilarang beredar. Buku-buku tersebut adalah

1. Dalih Pembunuhan Massal Gerakan 30 September dan Kudeta Soeharto karya John Rosa.

2. Suara Gereja Bagi Umat Tertindas Penderitaan Tetesan Darah dan Cucuran Air Mata Umat Tuhan di Papua Barat Harus Diakhiri karya Cocratez Sofyan Yoman

3. Lekra Tak Pernah Membakar Buku Suara Senyap Lembar Kebudayaan Harian Rakjat 1950-1965 karya Rhoma Dwi Aria Yuliantri dan Muhidin M Dahlan

4. Enam Jalan Menuju Tuhan karya Darmawan MM

5. Mengungkap Misteri Keberagaman Agama karya Syahrudin Ahmad.

Kecaman-kecaman:

Deni Al Asy’ari (Direktur Eksekutif Kibar Press, Ketua DPP Ikatan Jurnalis Muhammadiyah (IJM)

Era reformasi adalah era terbuka dan masyarakat harus dibebaskan menerima berbagai informasi yang masuk. Biar masyarakat yang memilih dan memilahnya serta memberikan penilaian. Masyarakat juga sudah cerdas. Pelarangan buku oleh Kejaksaan Agung merupakan bentuk monopoli kebenaran dan menganggap bahwa hanya Kejaksaan Agung yang memiliki otoritas menentukan benar dan salah. Ini sudah masuk dalam lobang otoriterianisme. Alasan Kejaksaan Agung yang menyebutkan bahwa pelarangan buku tersebut untuk menjaga ketertiban umum sangat tidak masuk akal. Alasan idelogi tidak bisa dijadikan alasan untuk memberangus suatu gagasan dan informasi. Bahasa ketertiban umum hanyalah definisi yang dikonstruksi oleh penguasa untuk kepentingan kekuasaan. Persis seperti Orde Baru. Dulu buku Ahmad Wahib dan Gie sempat dilarang oleh Orde Baru. Puluhan tahun kemudian, kita tahu bahwa gagasan sekularasi Cak Nur sudah dimulai oleh Wahib. Jadi, yang dinilai menganggu ketertiban umum oleh kekuasaan pada era tertentu ternyata mengandung nilai informasi yang sangat berguna bagi bangsa di kemudian hari. Bangsa ini tidak perlu paranoid dengan ideologi tertentu. Buku harus dibalas dengan buku, bukan dengan larangan.

Mixilmina Munir, Jurubicara Indonesian Crisis Centre

Kejaksaan Agung maupun Komisi I tidak menghormati ilmu pengetahuan, tidak menghormati bahasa dan tidak menghormati informasi yang beredar. Sebuah Ideologi tidak bisa dilarang. Kalau ada satu ideologi yang dinilai kurang tepat, lawan dengan ideologi lagi. Pelarangan buku merupakan cerminan dari sebuah rezim yang tiran. Saya khawatir kejadian seperti Orde Baru akan terulang. Dulu ada namanya Udin yang gigih melawan korupsi bupati Bantul. Kemudian, Udin difitnah melakukan pembunuhan. Saya khawatir, mulanya buku itu dilarang, kemudian ada penculikan terhadap penulisnya.

Achmad Basarah, Anggota Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan

Mengikuti demokrasi yang sudah dipilih oleh bangsa ini, pelarangan buku, informasi, berita, sudah tidak relevan lagi. Negara tidak bisa melarang produk pemikiran anak bangsa dari berbagai aliran pemikiran. Kalaupun negara mau melindungi rakyatnya dari berbagai informasi ideologi yang dinilai dapat mengancam ideologi Pancasila, konsekuensinya, negara jangan diskriminatif terhadap ideologi tertentu. Kejagung harus fair. Jadi bukan hanya dari ideologi yang berbau komunisme tapi juga ideologi demokrasi liberal dari barat atau khilafah Islamiyyah harus dilarang. Semua harus dibredel. Sekali lagi jika alasanya mengganggu iedologi Pancasila. Alasan ketertiban umum yang dikemukakan Kejaksaan Agung dalam pelarangan buku sangat abstrak. Kita tidak melihat ada kekacauan dari sebuah peredaran buku. Itu alasan abstrak dari Kejagung saja.

Lalu Hilman Afriadi, Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND)

Pelarangan terhadap publikasi ilmiah, termasuk buku, selain bersifat antidemokrasi, tindakan tersebut juga kami nilai sebagai tindakan antiakal sehat dan upaya menutup-nutupi aib sejarah bangsa yang mulai tercium. Tindakan Kejagung tersebut, bukan saja bermasalah dengan persoalan penegakan hukum, seperti korupsi, juga bermasalah dengan penegakan demokrasi dan HAM.  Presiden SBY gagal merealisasikan komitmen 100 harinya untuk membersihkan institusi penegak hukum dari anasir-anasir penghambat kemajuan bangsa.

Satu Tanggapan to 'Kejagung Bredel 5 Buku Dinilai Menutupi Aib Sejarah'

Subscribe to comments with RSS atau TrackBack to 'Kejagung Bredel 5 Buku Dinilai Menutupi Aib Sejarah'.

  1. hadiah said,

    Mungkin ada benarnya melarang buku tsb. Karena kita ingin menutupin apa
    jng terjad sebenarnya di negara RI yng kita kenal orangnya baik2, santun,berachlak, beragama,selalu ramah tamah, always smile kok jendral2 kita dibunuh oleh tentara yang gila dan bodoh.Pembalasan kita terhadap golongan komunis/sukarnois yang bisa kita sebut genocide itu seperti Hitler menghancurkan/memusnahkan yahudi di Jerman secara siystimatisch dan terorganiseer.Pelanggaran HAM yang terberat di indo. Sekaligus diaminin oleh Big brother. Kalau kita membaca buku tsb, kita kan malu besar kepada dunia. Sebenarnya bangsa apa kita ini ?.Tapi walaupun ditutup2in, kita tidak akan bisa mengelak,karena data2 tsb sudah tercatat di archiefnya internasional. Baik di amerika taupun dunia manapun. Kita sebenarnya takut kpd kita sendiri, mengapa harus itu terjadi, malah kita selalu membenarkan periode orba yang sakti itu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: