Indonesia Terpopuler


Kaki Goyang-goyang Pertanda Disfungsi Ereksi


Kali sering goyang sendiri? ladala… kawan kita sering melakukannya. Atau kita sendiri, bahkan hobi menggoyang-nggoyangkan kaki tanpa maksud.  Semakin kenceng semakin asyik.  La terus, sebenarnya ini pertanda apa sih?

Ternyata ada lo, nama kerennya di dunia kedokteran. Nama keren sindrom kaki tak mau diam adalah Restless Leg Syndrome/RLS. Dan ternyata, sobat, yang namanya sindrom beginian ini kalau pria yang terjangkit, besar kemungkinan dia menderita disfungsi ereksi.

“Ada hubungan dengan RLS dan disfungsi ereksi. Kami tak tahu mana yang lebih dulu terjadi. Namun temuan ini memungkinkan kami mencari penyembuhan yang efektif,” begitu kata periset yang melakukan analisis ini, Dr Xiang Gao, yang juga instruktur obat-obatan di Harvard University School of Public Health.

Para pakar kesehatan ini mulanya cuma meneliti RLS yang diperkirakan menimpa 23% populasi dunia. Ahli saraf Johns Hopkins University Profesor Richard Allen mengatakan meski jumlah penderitanya cukup signifikan, hanya satu dari 20 orang dengan RLS yang didiagnosis dan mendapat terapi tepat.

Senada dengannya, dosen di Eastern Virginia Medical School, AS, Dr Robert Verona juga menyatakan hal serupa.”Penyebabnya masih misterius. Ada beberapa bukti yang menunjukkan RLS memilki hubungan dengan berkurangnya kadar zat besi dan transmiter saraf yang dikenal dengan sebutan dopamin,” ujar profesor Verona yang mempelajari gangguan tidur.

Insomnia merupakan salah satu dampak dari sindrom bernama unik tersebut.Mereka yang mengidap sindrom ini mengaku ada dorongan yang tak bisa ditahan untuk menggerakkan kaki. Dalam sebuah studi yang dilansir pada tahun baru lalu, Gao mengumpulkan 23.119 relawan medis. Beberapa di antaranya adalah ahli fisika, dokter hewan, dan pekerja di farmasi. Mereka ditanya mengenai RLS pada 2002 lalu.

Hasilnya, 395 orang melaporkan serangan RLS setidaknya 15 kali selama sebulan. Mereka ini tidak menggunakan obat antidepresi ataupun merokok.Setelah periset menyesuaikan statistik untuk mengurangi faktor usia, akhirnya ditemukan hubungan antara RLS dengan disfungsi ereksi. Bahkan jumlahnya masih sama di antara pengguna obat antidepresi dan perokok.

“Benar-benar ada kaitannya. Hanya saja, kami tak tahu bagaimana mekanisme sebenarnya,” imbuh Gao.Sementara Verona menekankan kemungkinan hubungan dengan gangguan tidur. Seperti sleep apnea yang juga memiliki kaitan dengan disfungsi ereksi. Sebab, masalah itu berkurang saat gangguan tidur mereka diobati. Selain itu, penderita RLS juga didiagnosis menderita kecemasan, depresi, gangguan sirkulasi darah, arthritis, dan gangguan konsentrasi. Mereka mengatakan rasa ketika dorongan itu menyerang tak bisa dibandingkan. Bukan rasa sakit, namun seperti kesemutan atau seperti ada ratusan binatang kecil yang merayap di kaki.

Bertambahnya usia membuat peluang mengidap RLS makin besar. Para ahli juga menemukan bahwa sindrom ini terkait faktor genetik. Itu sebabnya RLS lebih banyak diderita perempuan ketimbang laki-laki. RLS juga akan semakin buruk saat periode menstruasi atau saat seseorang tidak aktif.

Misalnya di malam hari ketika akan beristirahat atau duduk dan berdiam diri terlalu lama. Dalam kebanyakan kasus, meski tak membahayakan kesehatan, RLS cukup mengganggu. Penderita bisa mengubah gaya hidup untuk membantu meringankan efek samping RLS yang menyebalkan. Misalnya mengurangi minuman yang mengandung kafein tinggi atau beralkohol. Konsumsi zat besi, asam folat, atau magnesium juga diyakini mengurangi gangguan RLS. Bila terasa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, bisa dikonsultasikan pada dokter yang biasanya akan memberi obat. Obat yang bisa memulihkan keseimbangan kadar dopamin di otak terbukti manjur untuk mengatasi gangguan kaki tak mau diam ini.

2 Tanggapan to 'Kaki Goyang-goyang Pertanda Disfungsi Ereksi'

Subscribe to comments with RSS atau TrackBack to 'Kaki Goyang-goyang Pertanda Disfungsi Ereksi'.

  1. RINI said,

    kalau ada rasa aneh di kaki terutama pada saat mau tidur, apakah itu RLS? seperti ingin terbang

  2. disease said,

    itu kalau kakinya goyang sendiri dan tidak bisa ditahan, tapi khan ada juga yang suka goyang kaki karena keinginan pemilik kaki untuk bergoyang, apa itu termasuk juga?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: